Islam merupakan salah satu agama samawi yang meletakan nilai-nilai kemanusiaan atau hubungan personal, interpersonal dan masyarakat secara agung serta luhur, tidak ada perbedaan satu sama lain, keadilan, relevansi, kedamaian yang mengikat semua aspek manusia. Karena Islam yang berakar pada kata “salima” dapat diartikan sebagai sebuah kedamaian yang hadir dalam diri manusia dan itu sifatnya fitrah. Kedamaian akan hadir, jika manuia itu sendiri menggunakan dorongan diri (drive) kearah bagaimana memanusiakan manusia dan atau memposisikan dirinya sebagai makhluk ciptaaan Tuhan yang bukan saja unik, tapi juga sempurna, namun jika sebaliknya manusia mengikuti nafsu dan tidak berjalan seiring fitrah, maka janji Tuhan adzab dan kehinaan akan datang.
Adapun Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal dari kata etika yaitu ethos (tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kebiasaan atau adat, akhlak, watak, perasaan), dan bentuk jamaknya yaitu ‘ta etha’ (adat kebiasaan). Sedangkan secara istilah, etika yaitu nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok dalam mengatur tingkah lakunya, kumpulan asas atau nilai moral, ilmu tentang yang baik atau yang buruk.
Etika dalam islam adalah sebagai perangkat nilai yang tidak terhingga dan agung yang bukan saja beriskan sikap, prilaku secara normatif yaitu dalam bentuk hubungan manusia dengan Tuhan (iman), melainkan wujud dari hubungan manusia terhadap Tuhan, Manusia dan alam semesta dari sudut pandang historisitas. Etika sebagai fitrah akan sangat tergantung pada pemahaman dan pengalaman keberagamaan seseorang. Maka Islam menganjurkan kepada manusia untuk menjungjung etika sebagai fitrah dengan menghadirkan kedamaian, kejujuran, dan keadilan.
Secara bahasa kata akhlak berasal dari bahasa Arab yaitu isim mashdar dari kata akhlak, yukhliqu, ikhlaqan yang berarti Al Sajiyah (perangai), AlThabi’ah (kelakuan, tabiat, watak dasar), Al’Adat (kebiasaan), al Maru’ah (peradaban yang baik), dan Al Din (agama). Sedangkan secara istilah akhlak berarti perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang, dilakukan dengan mudah dan tanpa pemikiran, timbul dari dalam diri orang yang mengerjakannya, tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar dan dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena Allah SWT.
0 komentar: